Sebuah penelitian dilakukan pada
wanita yang tetap merokok
saat hamil. Hasil penelitian
tersebut, sang ibu nantinya
akan melahirkan anak yang
memiliki kecenderungan menjadi perokok.
Penelitian itu dilakukan oleh
Universitas Arizona. "Merokok
saat hamil bisa membuat anak
yan dilahirkan menjadi perokok
saat mereka berusia remaja
dan dewasa muda," ujar pimpinan penelitian itu, Dr. Roni
Grad seperti dilansir She Knows.
"Rokok mempengaruhi
chemistry pada otak. Jika Anda
diperkenalkan pada rokok sejak
dalam kandungan atau saat
baru dilahirkan, Anda akan lebih
memiliki kecenderungan menjadi perokok di usia 22 tahun,"
tambah Grad.
Selain menyebabkan hal di atas,
merokok saat hamil juga
memiliki efek negatif lainnya.
Menurut sejumlah penelitian,
berikut ini tiga fakta yang bisa
terjadi jika ibu hamil tetap merokok:
1. Merokok saat hamil bisa
menyebabkan bayi lahir
prematur atau berat bayi saat
lahir kurang.
2. Merokok di dekat bayi yang
baru lahir atau saat menyusui termasuk faktor yang membuat
bayi berisiko terkena SIDS
(Sudden Infant Death
Syndrome) atau sindroma bayi
mati mendadak.
3. Merokok di dekat anak-anak bisa membuat mereka meniru
perilaku tersebut.
Melihat pada fakta di atas,
menurut Dr. Roni Grad, hamil
menjadi waktu yang tepat
untuk wanita perokok mencoba
berhenti merokok. Apalagi
menurut penelitian wanita lebih sukses berhenti merokok saat
mereka hamil.
Hanya saja, beberapa wanita
hamil memiliki halangan untuk
menghentikan kebiasaan
tersebut. Seperti dilansir
Telegraph, sebuah studi
mengatakan rata-rata wanita hamil yang tidak bisa berhenti
merokok karena mereka
menderita depresi dan memiliki
penyakit mental.
Meski begitu, bukan berarti
wanita hamil yang depresi tidak
bisa disembuhkan dari
kebiasaan mereka merokok.
Ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk wanita hamil yang ingin stop merokok:
1. Fokus
Fokuslah pada tekad untuk
berhenti merokok. Jika Anda
sudah bertekad, tubuh pun bisa
membantu Anda untuk
melakukan tekad tersebut.
Cukup banyak wanita hamil yang berhenti merokok karena
secara tiba-tiba mereka benci
pada rokok. Beberapa wanita
lainnya merasa hormon mereka
membantu dan wanita lainnya
sadar kalau merokok bisa membahayakan janin.
2. Catat
Setiap timbul keinginan untuk
merokok, tulis atau catat dalam
buku harian atau jurnal. Tulis
kapan waktu itu muncul,
kenapa, apa yang dirasakan
saat ingin merokok, dan buat rating dengan skala 1-10.
Tulisan yang dibuat ini
sebenarnya mirip dengan jurnal
para pelaku diet. Dengan
mencatat kebiasaan yang
dilakukan setiap harinya, pelaku
diet tersebut bisa sukses menurunkan berat badan.
3. Dukungan
Saat bertekad untuk berhenti
meroko, mintalah orang-orang
terdekat untuk mendukung.
Jika memiliki pasangan yang
juga merokok, minta mereka
untuk tidak merokok di dekat Anda. Harus diingat juga, asap
dari orang yang merokok juga
bisa membahayakan janin.
4. Tutup Mata
Setiap ingin merokok, tutuplah
mata Anda. Lalu tarik napas
dan pelan-pelan hitung 1-10
lalu buang. Ingat lagi, bahwa
tujuan Anda berhenti merokok
untuk si bayi. Saat Anda sukses menghilangkan keinginan untuk
merokok itu, beri diri Anda
penghargaan. Caranya,
masukkan uang ke dalam
celengan. Besarnya uang yang
akan ditabung itu terserah Anda. Saat celengan sudah
penuh, Anda bisa memakai uang
tersebut untuk membeli
pakaian si kecil.
Terimakasih sudah membaca artikel Anak Bisa Jadi Perokok Jika Ibu Merokok Saat Hamil dengan URL http://terupdates.blogspot.com/2011/05/anak-bisa-jadi-perokok-jika-ibu-merokok.html. Sempatkan juga untuk membaca artikel-artikel yang lainnya.
0 komentar:
Tulis komentar anda untuk artikel Anak Bisa Jadi Perokok Jika Ibu Merokok Saat Hamil di atas!